أَكْثَرَ النَّاسُ في النِّسَاءِ وَقالُوا

محمد بن إدريس الشافعيArabic4 lines1 public analyses
Original Poetry
Translation
أَكْثَرَ النَّاسُ في النِّسَاءِ وَقالُوا
Kebanyakan orang berbicara tentang wanita dan berkata
إنَّ حُبَّ النِّسَاءِ جَهْدُ الْبَلاءِ
Bahwa mencintai wanita adalah kesulitan terbesar
ليسَ حبُ النساءِ جهداً ولكنَ
Namun, mencintai wanita bukanlah kesulitan
قُرْبُ مَنْ لاَ تُحِبُّ جُهْدُ الْبَلاءِ
Tetapi mendekati orang yang tidak kau cintai adalah kesulitan terbesar
 

Explanation

Puisi ini oleh الإمام الشافعي membahas persepsi umum tentang cinta wanita dan kesulitan yang sebenarnya. Pada awalnya, puisi ini menyebutkan bahwa banyak orang menganggap cinta kepada wanita sebagai sumber penderitaan. Namun, الشافعي menantang pandangan ini dengan menyatakan bahwa cinta itu sendiri bukanlah masalah, melainkan kedekatan dengan seseorang yang tidak kita cintai yang menjadi beban sejati.

Dalam bait pertama, "أَكْثَرَ النَّاسُ في النِّسَاءِ وَقالُوا" menggambarkan bagaimana masyarakat sering kali menyalahkan wanita atas kesulitan dalam cinta. Tetapi dalam bait kedua, "ليسَ حبُ النساءِ جهداً ولكنَ" menunjukkan bahwa cinta itu sendiri tidaklah sulit, melainkan hubungan yang tidak diinginkan yang menyebabkan penderitaan.

Arc emosional puisi ini bergerak dari pengakuan akan pandangan umum yang salah menuju pencerahan tentang penderitaan yang sebenarnya dalam hubungan. Nada puisi ini adalah reflektif dan kritis terhadap pandangan umum.

Dari segi perangkat sastra, الشافعي menggunakan kontras antara cinta dan penderitaan untuk menekankan poinnya. Penggunaan kata "جهد" (kesulitan) dalam konteks yang berbeda menyoroti perbedaan antara persepsi dan realitas.

Secara keseluruhan, puisi ini menyoroti kebijaksanaan الشافعي dalam memahami hubungan manusia dan menantang stereotip yang ada tentang cinta dan wanita. Ini mencerminkan pandangan yang lebih dalam tentang cinta, yang melampaui sekadar hubungan romantis dan menyentuh aspek emosional dan psikologis dari kedekatan yang tidak diinginkan.

Word Dictionary19

WordIn ArabicIn MalayPron.
أَكْثَرَمعظمkebanyakanakthara
النَّاسُالجماهيرorang ramaian-naasu
فيداخلdifi
النِّسَاءِالإناثperempuanan-nisaa'i
وَقالُواوذكرواdan berkatawaqaaluu
إنَّأنbahwainna
حُبَّمحبةsayanghubb
جَهْدُمحنةkesulitanjahdu
الْبَلاءِالمحنةkesusahanal-balaa'i
ليسَلاbukanlaysa
حبُمحبةsayanghubb
النساءِالإناثperempuanan-nisaa'i
جهداًصعوبةkesukaranjahdan
ولكنَلكنtetapiwalakin
قُرْبُاقترابberdekatanqurbu
مَنْالذيorang yangman
لاَليسtidaklaa
تُحِبُّتعشقsayangituhibbu
جُهْدُمحنةkesulitanjahdu

Poet & Context

EraIslamic Golden Age

الإمام الشافعي هو أحد الأئمة الأربعة في الفقه الإسلامي، وهو مؤسس المذهب الشافعي. وُلد في غزة عام 767 م وتوفي في مصر عام 820 م. كان معروفًا بحكمته وبلاغته في الشعر والفقه.


WhenIslamic Golden Age
WhyThe poem reflects on the common societal views about women's love and the true hardship of being close to someone you do not love.
FormClassical Arabic Poetry

Themes & More

LovePerception vs RealityEmotional Hardship
Contrast: between love and hardshipRepetition: of the word 'جهد' to emphasize different contextsIrony: in societal perceptions of love
أَكْثَرَ النَّاسُ في النِّسَاءِ وَقالُوا by محمد بن إدريس الشافعي — Poem, Translation & Meaning