أتهزأ بالدعاء و تزدريه... و ما تدري بم صنع الدعاء

محمد بن إدريس الشافعيArabic3 lines1 public analyses
Original Poetry
Translation
أتهزأ بالدعاء و تزدريه... و ما تدري بم صنع الدعاء
Adakah kamu mengejek doa dan meremehkannya... padahal kamu tidak tahu apa yang dilakukan doa
سهام الليل لا تخطئ و لكن... لها أمد و للأمد انقضاء
Anak panah malam tidak pernah meleset tetapi... ia mempunyai waktu dan waktu itu akan berakhir
فيمسكها إذا ما شاء ربي... و يرسلها إذا نفذ القضاء
Maka Tuhan menahannya jika Dia berkehendak... dan mengirimnya jika keputusan telah dibuat
 

Explanation

Puisi ini oleh Muhammad bin Idris al-Shafi'i menekankan kekuatan doa dan ketergantungan manusia kepada kehendak Tuhan. Dalam bait pertama, penyair menegur orang yang meremehkan doa, menekankan bahwa mereka tidak menyadari kekuatan yang dimiliki oleh doa tersebut. Frasa "أتهزأ بالدعاء و تزدريه" menggambarkan sikap meremehkan yang dianggap bodoh oleh penyair.

Bait kedua menggunakan metafora "سهام الليل" untuk menggambarkan doa sebagai anak panah yang tidak pernah meleset, tetapi memiliki waktu yang ditentukan. Ini menunjukkan bahwa doa memiliki kekuatan yang pasti, tetapi hasilnya bergantung pada waktu yang telah ditentukan oleh Tuhan. Frasa "لها أمد و للأمد انقضاء" menekankan konsep waktu dan takdir.

Secara emosional, puisi ini bergerak dari teguran terhadap ketidakpercayaan kepada pengakuan akan kekuatan dan ketepatan waktu doa. Nada puisi ini adalah tegas dan penuh keyakinan.

Penggunaan metafora dan personifikasi dalam puisi ini memperkuat pesan bahwa doa adalah alat yang kuat dan efektif, tetapi hasilnya bergantung pada kehendak Tuhan. Penyair menggunakan bahasa yang padat dan penuh makna untuk menyampaikan pesan religius yang mendalam.

Signifikansi puisi ini terletak pada pengingatannya tentang pentingnya doa dan ketergantungan manusia kepada Tuhan. Ini mencerminkan pandangan dunia Islam tentang takdir dan kekuatan doa dalam kehidupan sehari-hari.

Word Dictionary25

WordIn ArabicIn MalayPron.
أتهزأتسخرmengejekatahza'u
بالدعاءبالطلبdengan doabil-du'aa'i
ووdanwa
تزدريهتحقرهmeremehkannyatazdarihi
ماماapamaa
تدريتعرفtahutadri
بمبماapa yangbima
صنعفعلdilakukansana'a
الدعاءالطلبdoaad-du'aa
سهامأسهمanak panahsihaam
الليلالظلامmalamal-layl
لالاtidaklaa
تخطئتخطأmelesettukhti'u
لكنلكنtetapilakin
لهالهاia mempunyailaha
أمدوقتwaktuamad
للأمدللوقتwaktu itulil-amad
انقضاءنهايةberakhirinqidaa'
فيمسكهايحتفظ بهاmenahannyafayumsikuha
إذاإذاjikaidhaa
شاءأرادberkehendakshaa'a
ربيإلهيTuhanrabbi
يرسلهايبعثهاmengirimnyayursiluha
نفذتمtelah dibuatnafadha
القضاءالحكمkeputusanal-qadaa'

Poet & Context

EraIslamic Golden Age

محمد بن إدريس الشافعي adalah seorang ulama besar dan pendiri mazhab Syafi'i dalam fikih Islam. Beliau lahir pada tahun 767 M di Gaza dan meninggal pada tahun 820 M di Mesir. Karya-karyanya dalam hukum Islam dan puisi sangat berpengaruh dalam dunia Islam.


WhenIslamic Golden Age
WhyPuisi ini menggambarkan kekuatan doa dan ketergantungan manusia kepada kehendak Tuhan. Ini mencerminkan keyakinan religius yang mendalam dan pemahaman tentang takdir.
FormClassical Arabic poetry

Themes & More

Kekuatan doaTakdirKetergantungan kepada Tuhan
Metafora: 'سهام الليل' menggambarkan doa sebagai anak panah.Personifikasi: Doa digambarkan memiliki waktu dan ketepatan.Paralelisme: Struktur bait yang seimbang menekankan pesan.
أتهزأ بالدعاء و تزدريه... و ما تدري بم صنع الدعاء by محمد بن إدريس الشافعي — Poem, Translation & Meaning