تَموتُ الأُسدُ في الغاباتِ جوعاً

محمد بن إدريس الشافعيArabic4 lines1 public analyses
Original Poetry
Translation
تَموتُ الأُسدُ في الغاباتِ جوعاً
Singa mati kelaparan di hutan
وَلَحمُ الضَأنِ تَأكُلُهُ الكِلابُ
Dan daging domba dimakan oleh anjing
وَعَبدٌ قَد يَنامُ عَلى حَريرٍ
Dan seorang budak mungkin tidur di atas sutra
وَذو نَسَبٍ مَفارِشُهُ التُرابُ
Sementara orang yang berdarah bangsawan tidur di atas tanah
 

Explanation

Puisi ini oleh Imam Shafii menggambarkan ketidakadilan sosial dan ironi kehidupan. Dalam bait pertama, "تَموتُ الأُسدُ في الغاباتِ جوعاً" (Singa mati kelaparan di hutan), menunjukkan bagaimana makhluk yang kuat dan berkuasa dapat menderita kelaparan. Sementara itu, "وَلَحمُ الضَأنِ تَأكُلُهُ الكِلابُ" (Dan daging domba dimakan oleh anjing) menggambarkan bagaimana sumber daya yang berharga dapat jatuh ke tangan yang tidak layak.

Bait berikutnya, "وَعَبدٌ قَد يَنامُ عَلى حَريرٍ" (Dan seorang budak mungkin tidur di atas sutra), menunjukkan ironi di mana mereka yang dianggap rendah dalam masyarakat dapat menikmati kemewahan. Sebaliknya, "وَذو نَسَبٍ مَفارِشُهُ التُرابُ" (Sementara orang yang berdarah bangsawan tidur di atas tanah) menggambarkan bagaimana mereka yang berdarah bangsawan mungkin hidup dalam kemiskinan.

Puisi ini mengungkapkan perasaan ketidakadilan dan ironi dalam kehidupan. Nada puisi ini adalah reflektif dan kritis terhadap keadaan sosial yang ada.

Imam Shafii menggunakan kontras dan ironi sebagai perangkat sastra utama dalam puisi ini. Kontras antara singa dan anjing, serta antara budak dan bangsawan, memperkuat pesan tentang ketidakadilan sosial.

Secara keseluruhan, puisi ini menyampaikan pesan tentang ketidakadilan sosial dan bagaimana kekayaan dan status tidak selalu mencerminkan kebahagiaan atau kesejahteraan. Ini adalah refleksi dari pandangan Imam Shafii terhadap masyarakat pada masanya.

Word Dictionary18

WordIn ArabicIn MalayPron.
تَموتُتَفنىmatitamootu
الأُسدُالسباعsingaal-usudu
فيداخلdifi
الغاباتِالأحراشhutanal-ghabati
جوعاًبلا طعامkelaparanjoo'an
وَلَحمُوَجسدُdagingwa-lahmu
الضَأنِالخِرافِdombaad-dha'ni
تَأكُلُهُتَلتَهِمُهُdimakanta'kuluhu
الكِلابُالحيونات الأليفةanjingal-kilaabu
وَعَبدٌوخادمٌbudakwa-'abdon
قَدربماmungkinqad
يَنامُيَستَريحُtiduryanaamu
عَلىفَوقَdi atasala
حَريرٍقماشٍ ناعمٍsutrahareerin
وَذووصاحبdan orang yangwa-dhoo
نَسَبٍأصلٍberdarah bangsawannasabin
مَفارِشُهُأسِرَّتُهُtempat tidurnyamafarishuhu
التُرابُالأرضtanahat-turaabu

Poet & Context

Eraالقرن الثامن الميلادي

الإمام الشافعي هو أحد الأئمة الأربعة في الفقه الإسلامي ومؤسس المذهب الشافعي. وُلد في غزة بفلسطين ونشأ في مكة، وزار بغداد ومصر حيث توفي.


Whenالقرن الثامن الميلادي
Whyالقصيدة تعبر عن التناقضات في الحياة والظلم الاجتماعي، حيث تموت الأسود جوعاً بينما تأكل الكلاب لحم الضأن، ويعيش العبيد في رفاهية بينما ينام ذو النسب على التراب.
Formقصيدة

Themes & More

ketidakadilan sosialironi kehidupan
kontras: penggunaan kontras antara singa dan anjing, serta antara budak dan bangsawan, untuk menunjukkan ketidakadilan.ironi: menggambarkan situasi di mana yang kuat menderita dan yang lemah menikmati kemewahan.metafora: penggunaan singa dan anjing sebagai simbol status sosial yang berbeda.
تَموتُ الأُسدُ في الغاباتِ جوعاً by محمد بن إدريس الشافعي — Poem, Translation & Meaning