DARIPADA

Indonesian25 lines1 public analyses
Original Poetry
Translation
DARIPADA
DARIPADA
Bunga delima
Bunga delima
Merah terkesima
Merah yang memukau
Pada daripada
Daripada buahnya
Buahnya kepada
Ke buahnya
Asamnya manis
Asamnya manis
Manisnya asam
Manisnya asam
Arilnya tipis
Lapisan tipisnya
Bijinya digenggam
Bijinya dipegang
Bunga merayu
Bunga menggoda
Kumbang tak mau
Kumbang tidak mau
Pada daripada
Daripada
Berkelindan warna
Berbaur warna
Warna kelabu
Warna abu-abu
Sepotong kedabu
Sepotong buah abu-abu
Pada daripada
Daripada
Kecanduan sira
Kecanduan gula
O, sederhana
Oh, sederhana
Pada kecewa
Pada kekecewaan
Waktunya berlalu
Waktunya berlalu
Tidaklah balu
Tidak menjadi janda
Satu Agustus
Satu Agustus
Purnama kan tiba
Bulan purnama akan tiba
Desas mendesus
Bisik-bisik
Hingga dari pada.
Hingga dari pada.
 

Explanation

Puisi 'DARIPADA' menggambarkan keindahan dan kompleksitas kehidupan melalui simbolisme bunga delima dan elemen alam lainnya. Bunga delima yang merah dan memukau menjadi simbol dari sesuatu yang indah namun mungkin juga rapuh. Frasa 'asamnya manis, manisnya asam' menggambarkan paradoks kehidupan yang sering kali penuh dengan kontradiksi.

Dalam bait berikutnya, bunga yang merayu namun kumbang yang tidak mau menggambarkan usaha dan penolakan, mungkin merujuk pada hubungan manusia atau interaksi sosial. Warna kelabu dan kecanduan sira menunjukkan nuansa kesedihan dan ketergantungan yang bisa muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Emosi dalam puisi ini bergerak dari kekaguman terhadap keindahan alam menuju refleksi atas kekecewaan dan kesederhanaan hidup. Nada puisi ini bisa dianggap melankolis namun juga mengandung harapan.

Penggunaan simbolisme seperti 'bunga delima' dan 'warna kelabu' memberikan kedalaman pada puisi ini, mengundang pembaca untuk merenungkan makna di balik kata-kata. Struktur bebas dari puisi ini memungkinkan penulis untuk mengekspresikan ide-ide tanpa batasan formal.

Secara keseluruhan, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan keindahan dan kesederhanaan hidup, serta bagaimana kita menghadapi kekecewaan dan harapan dalam perjalanan hidup kita. Ini adalah refleksi dari kehidupan sehari-hari yang penuh dengan keindahan dan tantangan yang harus dihadapi dengan keberanian dan kebijaksanaan.

Word Dictionary9

WordIn IndonesianPlain (Indonesian)Pron.
terkesimaterpukaukagum atau terpesonaterkesimaa
arilnyalapisan tipisbagian tipis yang menutupi bijiaril-nya
digenggamdipegang eratdikepal atau dipegang dengan tangandigenggaam
merayumenggodaberusaha menarik perhatian atau simpatimerayuu
kelabuabu-abuwarna yang tidak cerah, sering dikaitkan dengan kesedihankelaabu
kedabusejenis buahbuah yang berwarna abu-abukedaabu
siragulazat manis yang sering digunakan dalam makanansiraa
balujandawanita yang suaminya telah meninggalbaalu
desas mendesusbisik-bisiksuara pelan yang tidak jelasdesaas mendesuus

Poet & Context

Poet
EraModern Indonesian Literature

Puisi ini tampaknya berasal dari era sastra Indonesia modern, yang mencakup berbagai genre sastra di Asia Tenggara. Sastra Indonesia mencakup karya yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Melayu yang lebih tua.

View on Wikipedia
WhenModern era
WhyPuisi ini tampaknya mengeksplorasi tema alam dan kehidupan sehari-hari melalui simbolisme bunga delima dan elemen alam lainnya.
FormFree verse

Themes & More

naturelifecontradictionsimplicity
symbolism: penggunaan bunga delima sebagai simbol keindahan dan kerumitanparadox: 'asamnya manis, manisnya asam' menggambarkan kontradiksi dalam kehidupanimagery: deskripsi visual yang kuat seperti 'warna kelabu' dan 'bunga merayu'
DARIPADA by Unknown poet — Poem, Translation & Meaning