🇸🇦

إِذا اِبتَدَرَت قَيسُ بنُ عَيلانَ غايَةً by العباس بن مرداس السلمي — Analysis & Translation

Original Poem

إِذا اِبتَدَرَت قَيسُ بنُ عَيلانَ غايَةً مِنَ المَجدِ مَن يَسبِق إِلَيها يُسَوَّدِ

Translation (Malay)

Apabila suku Qais bin Ailan memulai suatu tujuan Dari kemuliaan, siapa yang mendahului ke sana akan dimuliakan

About the Poet

العباس بن مرداس السلمي (Jahiliyyah)

العباس بن مرداس السلمي adalah seorang penyair Arab dari era Jahiliyyah. Beliau terkenal dengan syair-syairnya yang menggambarkan kebanggaan suku dan keberanian.

Historical Context

Literary Form
Qasida
When Written
Era Jahiliyyah
Background
Puisi ini menggambarkan kebanggaan suku dan persaingan dalam mencapai kemuliaan.

Sources: https://shamela.ws/book/1494/77, https://islamport.com/l/nsb/5167/56.htm, https://ar.wikinoor.ir/wiki/قيس_عيلان

Detailed Explanation

Puisi ini menggambarkan semangat persaingan dan kebanggaan suku Qais bin Ailan dalam mencapai kemuliaan. Dalam baris pertama, "إِذا اِبتَدَرَت قَيسُ بنُ عَيلانَ غايَةً", penyair menyatakan bahwa ketika suku ini memulai sebuah tujuan, mereka melakukannya dengan penuh semangat dan tekad. Baris kedua, "مِنَ المَجدِ مَن يَسبِق إِلَيها يُسَوَّدِ", menekankan bahwa siapa pun yang berhasil mencapai tujuan tersebut akan mendapatkan kemuliaan dan pengakuan. Gambaran ini menunjukkan betapa pentingnya prestasi dan reputasi dalam masyarakat Arab pra-Islam. Kebanggaan suku dan persaingan untuk mencapai kemuliaan adalah tema sentral dalam banyak puisi dari era Jahiliyyah. Penyair menggunakan bahasa yang kuat untuk menekankan pentingnya keberanian dan keunggulan dalam mencapai tujuan. Secara emosional, puisi ini menyoroti kebanggaan dan tekad yang tinggi. Nada puisi ini adalah penuh semangat dan motivasi, mencerminkan nilai-nilai masyarakat pada masa itu. Dari segi teknik, penyair menggunakan struktur qasida yang tradisional, dengan rima dan irama yang teratur. Penggunaan kata-kata seperti "غايَةً" (tujuan) dan "يُسَوَّدِ" (dimuliakan) memberikan kesan mendalam tentang pentingnya pencapaian dan pengakuan. Puisi ini mencerminkan nilai-nilai masyarakat Arab pra-Islam, di mana kebanggaan suku dan pencapaian individu sangat dihargai. Ini juga menunjukkan bagaimana puisi digunakan sebagai alat untuk mengabadikan dan merayakan kebanggaan suku.

Themes

  • Kebanggaan suku
  • Persaingan
  • Kemuliaan

Literary Devices

  • Metafora: penggunaan 'غايَةً' untuk tujuan
  • Rima: struktur qasida dengan rima teratur

Word Dictionary

Word Meaning Translation Transliteration
إِذا حين apabila idhaa
اِبتَدَرَت بادرت memulai ibtadarat
قَيسُ اسم قبيلة nama suku Qays
بنُ ابن anak bnu
عَيلانَ اسم nama Aylan
غايَةً هدف tujuan ghaayatan
مِنَ من dari mina
المَجدِ الشرف kemuliaan al-majd
مَن الذي siapa man
يَسبِق يتقدم mendahului yasbiq
إِلَيها إلى ذلك ke sana ilayha
يُسَوَّدِ يُكرم dimuliakan yusawwad

Want to analyze your own poem?

Paste any poem in 180+ languages and get an instant AI-powered analysis with translation, explanation, poet biography, and literary devices.

Try Poetry Explainer — Free