🇸🇦

تَاللَهِ لَولا اللَهُ ما اِهتَدَينا by Abdullah ibn Rawahah — Analysis & Translation

Original Poem

تَاللَهِ لَولا اللَهُ ما اِهتَدَينا وَلا تَصَدَّقنا وَلا صَلَّينا الكافِرونَ قَد بَغَوا عَلَينا إِذا أَرادوا فِتنَةً أَبَينا وَثَبِّتِ الأَقدامَ إِن لاقَينا وَأَنزِلَن سَكينَةً عَلَينا

Translation (Malay)

Demi Allah, jika bukan karena Allah, kami tidak akan mendapat petunjuk Dan kami tidak akan bersedekah dan tidak akan shalat Orang-orang kafir telah melampaui batas terhadap kami Jika mereka ingin membuat fitnah, kami menolaknya Dan teguhkanlah kaki kami jika kami bertemu musuh Dan turunkanlah ketenangan kepada kami

About the Poet

Abdullah ibn Rawahah (Islamic era)

Abdullah ibn Rawahah adalah seorang sahabat Nabi Muhammad yang terkenal dengan syair-syairnya. Beliau turut serta dalam beberapa pertempuran penting dalam sejarah Islam dan dikenal sebagai salah satu penyair terkemuka pada zamannya.

Historical Context

Literary Form
Traditional Arabic poetry
When Written
Islamic era
Background
Puisi ini sering dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Islam, termasuk peperangan dan perjuangan umat Islam pada masa awal.

Sources: https://www.aldiwan.net/poem77095.html, https://sunnah.com/bukhari:6620, https://en.wikipedia.org/wiki/Arabic_poetry

Detailed Explanation

Puisi ini oleh Abdullah ibn Rawahah menekankan ketergantungan umat Islam kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan mereka, termasuk dalam mendapatkan petunjuk dan melakukan amal ibadah. Setiap baris puisi ini menggambarkan keyakinan yang mendalam bahwa tanpa bimbingan Allah, manusia tidak akan mampu melakukan kebaikan seperti bersedekah dan shalat. Frasa "تَاللَهِ لَولا اللَهُ ما اِهتَدَينا" menegaskan bahwa petunjuk dan hidayah adalah murni dari Allah. Puisi ini juga menggambarkan situasi umat Islam yang menghadapi ancaman dari orang-orang kafir, yang "قَد بَغَوا عَلَينا" atau telah melampaui batas terhadap mereka. Namun, meskipun ada ancaman, umat Islam tetap teguh dan menolak fitnah, sebagaimana dinyatakan dalam "إِذا أَرادوا فِتنَةً أَبَينا". Dari segi emosi, puisi ini mencerminkan keyakinan dan keteguhan hati umat Islam dalam menghadapi ancaman. Nada puisi ini adalah penuh dengan kepercayaan dan keteguhan. Dari segi seni, penggunaan repetisi dalam "وَلا تَصَدَّقنا وَلا صَلَّينا" menekankan ketergantungan pada Allah. Selain itu, permohonan untuk ketenangan dan keteguhan dalam "وَثَبِّتِ الأَقدامَ" dan "وَأَنزِلَن سَكينَةً" menunjukkan harapan akan dukungan ilahi. Puisi ini menegaskan pentingnya iman dan ketergantungan pada Allah dalam menghadapi tantangan, dan mencerminkan semangat perjuangan umat Islam pada masa awal Islam.

Themes

  • Faith
  • Divine guidance
  • Resilience

Literary Devices

  • Repetition: The repetition of 'وَلا' emphasizes the reliance on Allah.
  • Metaphor: 'ثَبِّتِ الأَقدامَ' metaphorically refers to strengthening resolve.
  • Imagery: 'أَنزِلَن سَكينَةً' creates a vivid image of divine peace descending.

Word Dictionary

Word Meaning Translation Transliteration
تَاللَهِ بِاللَهِ Demi Allah ta-allahi
لَولا إِذا لَم يَكُن Jika bukan lawla
اللَهُ الرَبّ Allah allaahu
ما لَم Tidak maa
اِهتَدَينا وَجَدنا الهِداية Mendapat petunjuk ihtadayna
وَلا لَم Dan tidak wala
تَصَدَّقنا أَعطَينا الصَدَقة Bersedekah tasaddaqna
صَلَّينا أَدَّينا الصَلاة Shalat sallayna
الكافِرونَ الذين لا يُؤمِنون Orang-orang kafir al-kaafiroon
قَد لَقَد Telah qad
بَغَوا تَجَاوَزوا الحَدّ Melampaui batas baghaw
عَلَينا فَوقَنا Kepada kami alayna
إِذا عِندَما Jika idha
أَرادوا رَغِبوا Ingin araadoo
فِتنَةً إِختِبارًا Fitnah fitnatan
أَبَينا رَفَضنا Kami menolak abayna
وَثَبِّتِ قَوِّ Teguhkanlah wathabbit
الأَقدامَ الأَرجُل Kaki al-aqdam
إِن إِذا Jika in
لاقَينا واجَهنا Kami bertemu laqayna
وَأَنزِلَن أَرسِلَن Dan turunkanlah wa-anzilanna
سَكينَةً هُدوءًا Ketenangan sakinatan

Want to analyze your own poem?

Paste any poem in 180+ languages and get an instant AI-powered analysis with translation, explanation, poet biography, and literary devices.

Try Poetry Explainer — Free